Dimensi Foya

Review Film : RAW

bdbd6bb7048b9fafa9599ec1a17e6534

Di suatu malam saya dan seorang kawan yang menolak tidur lebih awal, setelah nonton trailer banyak film akhirnya memutuskan untuk nonton film RAW ini. Tidak ada ekspektasi apa-apa sih, terlebih biasanya tengah malam selalu saya isi dengan film-film ringan. Ternyata, film ini sakit! Sakit dalam artian yang keren ya…dan sayapun jadi jatuh cinta dengan si mbak Julia Ducournau dengan jawaban-jawabannya di sesi tanya-jawab yang bisa kalian liat di sini dan di sini

Buat kalian yang penggemar film sih pasti nggak terlalu kaget, film-film Perancis emang udah dikenal punya ciri khas yang ‘sakit’, dan unsur erotisnya vulgar tapi bukan pornografi (ini saya bingung jelasinnya :)))

Awalnya saya pikir film ini cuma film ‘aneh biasanya’ yang menceritakan tentang pubertas seorang gadis, peralihan dari masa sekolah ke masa kuliah. Clue – clue yang ada di film walaupun lagi-lagi saya berhasil menebak alur ceritanya, tapi malah bikin saya pengen nonton terus. Remaja-remaja gila yang sedang menikmati awal masuk kuliah, menikmati sebuah gambaran di kepala tentang kebebasan. Tentang mengeksplorasi diri secara seksualitas.

6836ecfd1c41e4d9106ec7b8a3844cee

Film ini menceritakan tentang kanibalisme, yang diturunkan secara genetik? Entahlah. Justine, si cantik yang tadinya polos yang bisa kalian lihat di poster, masuk ke kampus kedokteran hewan yang sama dengan sang kakak yang ‘gila’, Alexia. Di awal cerita kalian akan ‘diberitau’ kalau Justine dan keluarganya adalah vegetarian. Nah, pas di acara ospek, Justine dan semua mahasiwa baru lainnya diharuskan makan ginjal mentah kelinci, Justin bilang kalau dia vegetarian dan meminta si kakak menjelaskan tapi si kakak malah ‘memaksa’ Justin buat makan.

Sepanjang film ini menceritakan bagaimana perubahan Justine secara mental maupun fisik, sejak makan daging mentah. Penggambaran perubahan ini cantik tapi ngeri, mba Julia juara lah! Kamu pernah denger nggak sih, kita adalah apa yang kita makan? Bahwa yang kita konsumsi sedikit banyak mempengaruhi karakter dan emosi kita. Contoh, katanya orang yang suka makan daging cenderung lebih ‘liar’.

Perubahan pubertas yang dialami Justin ini berbarengan sama munculnya insting kanibal Justin yang selama ini berusaha ditutupi oleh keluarganya. Fase perubahan ini ternyata pernah dialami juga sama si Alexia.

Berhubung saya suka banget sama semua film yang pengolahan ceritanya oke dan semiotikanya yahud, bagi saya RAW ini warbiasak. Kalaupun mba Julia hanya mau menggambarkan tentang fase pubertas biasa tapi tidak dianggap biasa bagi yang mengalaminya, tetep aja mba Julia menggambarkannya dengan dramatis yang tidak lebay.

Film ini juga menggambarkan tentang kasih sayang Julia dan Alexia, pun orangtua mereka.

Aih…daripada dibilang review tulisan saya ini anggap saja saya sedang merekomendasikan film :)) Kemampuan mereview saya sedang amat tumpul, kemampuan saya di bidang perfilman pun nggak mumpuni. :))

Selamat menonton lah pokoknya!

 

Nadski :*

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s