Racauan Nyai' / Ruang Pamer / Ruang Rupa

Untuk Para Perempuan Yang Takut Nggak Dikawin

4 - Copy

minggu malam, penutup rangkaian pameran jakarta biennale, lagi – lagi kami kecolongan. satuan ruang perempuan dibuat inferior, dihina dan dijadikan material joke yang memilukan. sudah ujur bukannya taubat untuk meminimalisir siksa kubur, personil salah satu orkes moral penghantar minum racun malah bersembrono ria meledeki salah satu penonton (perempuan) ditambah lagi berandai – andai  mempunyai mama muda dimana pada suatu malam tidak ada papa di rumah, lalu membayangkan apa yang akan dilakukan “gedein lobang kencing”. Bangsat!!! Tanpa berpikir ada perempuan yang terintimidasi di sana karena dijadikan objek tawaan animo sebegitu banyaknya. 
Ini bukan acara hajatan kalian sewaktu di borneo beerhouse om – om OM PMR, kondisi mental penonton pun beda tidak semuanya kebal dengan serangan candaan kalian. 
Dialog tolol ini dilontarkan sebelum melanjutkan lagu “fatime jande mude” pukul 09.13–terlalu sore  melempar lelucon senonoh macam itu. Dan sampai kapanpun juga itu tidak ada kandungan nutrisi untuk dikonsumsi semua orang di sana. perbincangan kampungan dalam lingkup/forum yang lebih kecil, selama kalian bisa memastikan yang terlibat dalam level yang sama, mungkin masih bisa di tolerir. 
ya memang seburuk-buruknya pria masih bisa ditolerir, tapi sebaik-baiknya wanita masih saja dicibir. Itulah Indon! kita masih terjerat defisit jangkar moralitas, terlepas dari riuh rendahnya penis-envy patriarchal society. 
DEMI  INTISARI  INTISARI MERDEKA YANG KALIAN DENDANGKAN
DEMI BENDERA SLANK YANG AJISDOAIBU KIBARKAN
DEMI PEMUDA NUMPANG NGGELE DI GUDANG SARINAH PANCORAN
DEMI ANGGUR  PLASTIKAN YANG KALIAN BELI DENGAN UANG RECEHAN
DEMI HILANGNYA PERAN AKTIFIS PEREMPUAN YANG TURUT TERBAHAK AKAN LELUCON BAJINGAN
KELAK KEBIADABAN INI PASTI KAN DIPERHITUNGKAN BIARPUN DI KUBURAN!!! BNXD!!!
Isi timeline Line pagi ini cukup menggelitik hati, karena beberapa waktu lalu akupun mempertanyakan seputar asal muasal perlakuan rasis terhadap gender perempuan.
Seberapa besar pengaruh hubungan orangtua dalam membentuk attitude anak (pria terhadap perempuan, perempuan terhadap pria, anak pria terhadap ibu, anak perempuan terhadap ayah; termasuk pengaruhnya ke hubungan personal : pasangan seperti apa yang diinginkan si anak) anak seperti apakah yang diinginkan oleh orangtua terlepas dari pengaruh agama?
Di lingkunganku yang baru gender tak lagi jadi soal, aku dan kawan-kawan perempuan dan pria sudah maju fasenya dengan permasalahan baru untuk tetap memperlakukan semua orang sebagai makhluk hidup.
Mungkin dalam ranah kolektif banyak kawan-kawan yang tak lagi berkutat pada isu macam gini. Tapi begitu keluar, BLAM! Bahkan di dalam keluargamu akan selalu ada beberapa orang yang masih meletakkan perempuan hanya sebagai objek, sebagai inang untuk bertelur, sebagai ikon pemuas gairah seksual.
Maka itu…
Untuk para perempuan yang takut nggak dikawin,
Untuk para orangtua yang takut anak perempuannya nggak dikawin kawin,
Untuk kaum ibu yang mengamini takdir perempuan di dunia untuk haram dekat dengan keinginan agar kelak bisa menjadi bidadari Surga,
Untuk para kawan perempuan yang ikut tertawa dan menikmati dijadikan objek atau malah menawarkan diri sebagai objek,
Untuk kalian yang takut dibilang nggak asik kurang piknik,
Untuk kalian yang keluar dari vagina perempuan,
Untuk kalian yang menikmati ASI ibu,
Untuk kalian yang kelak akan menjadi orangtua,
Untuk kalian yang sedang menikmati masa muda,
Untuk kalian penikmat seks,
Untuk kalian yang fetis terhadap bagian tubuh perempuan lihat sedikit titit langsung tegang,
Untuk kalian yang masih bernyawa ngakunya punya jiwa,
jangan tolol lah…
Semoga bahagia menyertai hari kalian,
Nadski.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s