Ruang Pamer

The Bounding Sorrow

The Bounding Sorrow

 

Mereka yang mengenal saya pasti tahu kalau saya suka sekali membahas tentang perempuan. Saya tidak bermaksud membela dengan menggebu lantaran saya ini perempuan, menyerukan emansipasi dan membuat peraturan seperti apa saya harus diperlakukan, tidak begitu. Saya sudah lepaskan jauh-jauh pikiran semacam itu, tapi bukan berarti saya tidak mendukung perempuan.

Saya sangat mengasihi perempuan. Layaknya mengasihi sesama manusia, kita juga kadang membenci dan merasa kesal. Normal seperti itu. Bagi saya perempuan itu menarik, perempuan gemar sekali memperumit segala hal. Perempuan saling memaki, saling menyelingkuhi, saling menilai, saling mengusik keperempuanan sesamanya, namun ketika keperempuanannya di usik makhluk lain, mereka saling genggam tangan sama-sama menyerapahi. 😉

 

Love, Nyai’.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s