Racauan Nyai'

Sulut Terus Perang Saudara!

Saya tahu kalian bosan, tapi saya akan terus menyerukan :

“Marahlah terus selama lima tahun kedepan! Menggerutulah, bongkar terus aib dan kebusukan Presiden terpilih, hina terus! Bicaralah terus di media jejaring sosial tentang kekecewaan kalian. Lalu hinalah terus pendukung Capres tak terpilih, sindir terus, jadikan terus sebagai bahan guyonan!

Sebarkan terus kebodohan! Sebarkan mental tempe! Tunjukkan pada dunia bahwa kita bangsa yang mudah terpecah belah! Biarkan pecah perang saudara, terus saling hina! Biar para penyusup tertawa terbahak melihat ketololan bangsa yang tinggal di negri gemah ripah lohjinawi.

Serukan terus tentang kebencian! Tunjukkan, bangsa ini mampu bersatu menggalang iba dan bala bantu demi kawan di negeri jauh, mengecam pembunuhan dan perang, namun lucunya menyulut perang antar saudara di negri sendiri. Lucunya, bahkan mereka diam saja kekayaan alamnya dikeruk, perjuangan nenek moyangnya diludahi, saudara saudarinya kelaparan, bahkan pak tani tak punya sawah. Bangsa ini miskin…

Marahlah terus! Lupakan tentang anak-anak bangsa yang tiap detiknya lahir dalam kebencian, anak-anak bangsa yang tiap detiknya lahir dalam suasana penuh kebencian, anak-anak bangsa yang tiap detiknya lahir tanpa impian, anak-anak bangsa yang tiap detiknya lahir tanpa tahu rupa sawah hutan perkebunan, anak-anak yang lahir tanpa tahu bagaimana rasanya bersenda gurau bersama kawan di lapangan, anak-anak yang lahir tanpa paham sejarah nenek moyang, anak-anak yang lahir tanpa paham makna kemerdekaan dan persatuan, anak-anak yang lahir dalam era ilmu yang diperjual-belikan, anak-anak yang lahir di era pemahaman negara lain lebih hebat dan kita adalah budak, anak-anak yang lahir dalam era perang dimana sesama saudara saling bunuh-ibu diludahi dimaki diinjak-bapak dihempas dibunuh, anak-anak yang lahir dengan melihat betapa pentingnya kekuasaan, anak-anak yang lahir dengan melihat ibu bapaknya membakar ibu pertiwi, anak-anak yang lahir untuk dijadikan senjata perang yang pelurunya mengarah pada kawan dan saudara saudarinya, anak-anak yang lahir sebagai korban kebencian dan akan menebarkan kebencian.

Peranglah terus! Hingga 50 tahun lagi, 100 tahun lagi, 500 tahun lagi, keberadaan bangsa penghuni negri gemah ripah ini hanya mitos bahkan tak tercantum dalam sejarah dunia…

Sulut terus kebencian! Pancing terus perang saudara! Bunuh! Bunuh bapak! Bunuh ibu! Bunuh adik! Bunuh kakak! Bunuh tetangga! Bunuh kawan! Bunuh siapapun yang lewat di depan mata yang memakai baju warna berbeda dengan bajumu!

Marahlah! Hinalah! Itu saja yang perlu kalian lakukan! Penuhilah negri ini dengan sampah! Langgarlah tiap peraturan yang ada! Penuhi negri ini dengan darah! Lumuri tangan ini dengan darah ibu dan ayah!”

 

Maka, penjajahan paling mengerikan yang pernah dialami negri ini adalah ketika bangsanya saling jajah. Maka, biarlah mitos mengudara, bahwa Nusantara pernah ada. Maka, kisahkan pada anak dan cucumu, untuk kemudian ia kisahkan kembali pada anak dan cucunya, bahwa ada sebuah bangsa besar yang hidup di negri gemah ripah lohjinawi dengan prinsip hidup luar biasa bernama Pancasila, namun hancur karena perang saudara, dan yang lebih menggelikan mereka tidak bertumpah darah namun saling hina menggunakan teknologi.

 

logo-garuda_acehdesain

 

Selamat Hari Anak Nasional, turut berkabung atas mati surinya bangsa hebat Nusantara.

NAD

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s