Ruang Aksara

Dunia Tanpa Mimpi, Awal Dari Kehancuran

Membayangkan dunia tanpa mimpi….

Coba bayangkan ketika makhluk hidup tak lagi memiliki impian…bagi saya itu momok mengerikan. Ketika saya membuat makhluk hidup lain berhenti bermimpi dengan menyepelekan impian dan ambisi mereka, seketika tak ada lagi keinginan, menunggu mati di pojokan ruangan tanpa sudut. Tak lama dunia ini mengalami kehancuran dengan sendirinya…

“Jangan bermimpi terlalu tinggi, supaya jatuhnya tidak terlalu sakit apalagi sampai mati di tempat.”

Ibarat dibredel, dipaksa untuk gulung tikar. Dipaksa bangun, waktunya menghadapi realita, terima saja. Berdalih kesederhanaan dan hidup normal, menghina perjuangan.

Seperti halnya yang terjadi pada agama dan keyakinan, serta budaya. Dikambing-hitamkan sebagai alat untuk mematikan impian, sedangkan Yang Maha Kuasa dengan penuh kasih dan bijaksana menciptakan otak dengan segala kerumitannya, hati dengan segala kasih sayangnya, jiwa dengan penuh percaya, kemudian ditaburkan ke dalam jasad yang bermanfaat untuk memaksimalkan kinerja.

Membayangkan dunia tanpa impian, keinginan, keyakinan, tujuan, cita-cita, ambisi…

Bahkan yang seperti itu bagi saya telah mati.

mati

. Mati .

kalau aku mati, jangan hidupkan aku lagi

kalau aku menjadi lupa, jangan ingatkan aku kembali

kalau aku hidup pula tak menjadi lupa, sekali lagi biarkan aku menjadi mati

maka, biarkan sesal menguburku dalam luka.

padamu mati, aku tenggelam,

NAD

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s