Racauan Nyai'

Aku Mengasihi Tuhan Maka Aku Berbudaya

Entah ada dongeng mengerikan apa hingga bisa terjadi kesalah-pahaman hebat antara agama dan kepercayaan versi kaum agamis dengan kepercayaan dan keyakinan milik pengasih budaya dalam pemahaman orang-orang di sekitar dan terdekat saya. Saya masih belum paham betul kisah perseteruan ini layaknya asal muasal bisa terjadi perseteruan antara AREMANIA dan BONEK.

Yang saya pahami dan yakini, sejak mempelajari budaya saya menjadi begitu mencintai Tuhan. Saya merasa lapang, ikhlas dan pasrah dengan ‘gelar Islam’ yang dipercayakan kepada saya. “Saya mengasihi Tuhan maka itu saya berbudaya”. Apakah salah saya memahami itu? Entahlah… saya hanya memahami dan meyakini, Tuhan semakin dekat dengan saya, atau lebih tepatnya saya semakin sering ‘melihat dan merasakan’ keberadaan Gusti Yang Maha Kuasa. Dimana-mana…bahkan di dalam diri saya…

Sayangnya, kisah yang membuat saya senang dan bangga ini, tak semua dapat memahami apalagi menerimanya…Pemikiran berbeda mengenai sebuah keyakinan, agama, Tuhan, dianggap momok mengerikan. Seperti keseragaman adalah ilmu pasti dan sebuah kebenaran, pula hukum yang harus ditaati.

Salam kasih nan kece,

NAD

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s