Dimensi Foya / Uncategorized

Review The Hobbit: Hail Thorin!

The Hobbit

Bukannya mau jadi spoiler, saya cuma mau muji betapa super-duper-kerennya basa-basi ala Peter Jackson di film pertama The Hobbit. Lagi-lagi kolaborasi tak senonoh Peter dan J.R.R Tolkien membuat saya jatuh cinta, dan membayangkan bagaimana kalau Lord of The Ring extended version dibuat ulang dengan teknologi canggih masa kini? Pasti wajah Legolas akan semakin kinclong berseri, dan adegan penobatan Aragorn sebagai raja akan terlihat dobel mewah.

Thorin-cover   richard-armitage

Ini benar-benar film matang, dengan kematangan aktor dan visualisasi yang megah, mewah, mengharukan, seksi, luar binasa dari adegan peperangan film manapun. Hey! Bagaimana perang bisa begitu elegan dengan adegan slow motion yang memperlihatkan satu-satunya dwarf tampan bernama Thorin Oakenshield. Yes, ini pertama kalianya saya melihat dwarf tampan! Kalian tahu Richard Armitage terlihat sangat berwibawa, sangat Raja, sangat dwarf, sangat charming, sangat tampan, sangat dan sangat! Oke, he’s handsome in a real life, tapi karakternya sebagai Thorin jauh lebih tampan bagi saya! (Ergh! Saya harus mengkhianati Johnny Depp, Optimus Prime, dan Legolas!). Saya rasa ini akan jadi lompatan indah dari peran-peran Richard sebelumnya.

adegan keren Thorin

adegan keren Thorin

Dan kalian tahu kan bagaimana keahlian Peter merealisasikan rentetan aksara indah dalam buku Tolkien? Yes, bahkan dialog sederhana sekalipun dan gerakan bisa menjadi begitu bermakna dan membuat saya merinding. Ini film gaib! Film mengerikan! Film sindiran! Film yang sangat manusiawi! Film penuh napsu untuk menguasai! Film penuh kasih! Film yang akan menjadi salah satu alasan saya berjuang untuk hidup dan minta Tuhan memberi saya umur panjang, karena gosipnya kolaborasi tak senonoh antara Tolkien dan Peter akan terus berlanjut, gila! Propaganda sinting!

Kamu tahu keindahan, kengerian, keharuan, kemarahan, dan emosi lain yang meluap menjadi satu diprovokatori oleh musik scoring yang juga tak kalah megah, menggenjot adrenalin. Saya cuma bisa memastikan kalau saya akan menonton untuk kedua kalinya, dan semoga saya masih hidup untuk melanjutkan film kedua, ketiga hingga keseratus…lalalala….Pastikan kalian tidak ketinggalan tiap gerakan, tiap dialog, tiap scene. Camkan! Jangan sampai!

Karena ini adalah pencarian lain, jauh sebelum manusia mencari raja. Ini adalah pencarian rumah, tepatnya merebut kembali rumah para dwarf, merebut harga diri, merebut kembali dan memperjuangkan apa yang telah diambil secara paksa. Dan lagi-lagi bagaimana hal-hal kecil, hal sederhana akan mampu membuat hal besar. Keseharian yang mampu menangkal hal-hal jahat, layaknya tradisi dan budaya…bagaimana menyikapi sebuah peperangan dan (nyaris) kematian tetap dengan humoris, tapi juga kewaspadaan.

Lihat bagaimana keluarga kaum Gimli beraksi!

Salam kecup buat Thorin,

NAD

Sumber foto: gugling

Iklan

3 thoughts on “Review The Hobbit: Hail Thorin!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s