Racauan Nyai'

Dongeng Pendidikan: Pembunuhan Setan, Rencana Manusia Mengkudeta Tuhan

_sexy_devil__by_promisedpotentiality-d34ukbg

Ilmu, dan pengetahuan. Seperti layaknya air, pangan, udara, adalah kebutuhan yang seharusnya bisa didapatkan secara bebas melalui alam, pun kehidupan dan interaksi sosial. Namun seperti yang sudah-sudah, seperti air dan pangan, pendidikan menjadi korban komersialisasi oleh manusia pintar. Juga layaknya seperti busana, musik, film dan gaya hidup lainnya, pendidikan menjadi sebuah simbol dari kemapanan, kelas, dan kecendikiawanan, pembeda antara bodoh dan pintar, si kaya dan miskin, masyarakat dominan atau yang bisa disingkirkan.

Saya menyebut ilmu, pengetahuan, pangan, air, udara, sebagai sesuatu yang alami, yang diproses selama manusia masih terus melakukan sirkulasi kehidupan sebelum akhirnya, entah bagaimana caranya, alam atau mungkin Tuhan kalah bersaing dengan pemiliki nilai mata uang dalam sebuah konferensi kemanusiaan berdasarkan UU kesetanan.

Tujuan pendidikan yang dulunya digadang untuk mencerdaskan bangsa, sampai-sampai muncul slogan ‘wajib belajar 9 tahun’, kini berubah menjadi ‘wajib belajar bagi yang mampu (secara finansial), tujuannya pun berubah justru untuk membodohi bangsa. Dengan diciptakannya ‘pendidikan’ segenap masyarakat dijanjikan akan sebuah pengetahuan, wawasan, ilmu, kebijakan, blah blah blah intinya ketika selesai mengemban pendidikan secara formal kita akan menjadi cendikiawan, makhluk terpelajar, buktinya adalah dengan membuat skripsi dan teori, membeli buku, dan yang paling disembah layaknya berhala adalah ijasah dan foto dengan memakai toga bersama teman dan keluarga ‘AKU SARJANA!’.

Ilmu dan pengetahuan adalah sebuah kemewahan yang diberikan oleh Tuhan pada makhluk hidupnya seperti kemampuan beradaptasi dengan lingkungannya. Ketika mempelajarinya, Tuhan pun mewariskan kerendahan hati-Nya, maka manusia akan semakin bijaksana, akan memiliki rasa untuk berbagai, karena kemudian memahami apa-apa yang ada di diri ini sesuai dengan apa yang kita butuhkan, ketika berlebih Tuhan hanya menitipkan karena itu adalah hak mereka yang disampaikan melalui kita.

Lewat pendidikan kita mengenal manusia bodoh dan pintar, kaya dan miskin, bagaimana cara untuk menjadi lebih kaya dan cara untuk membuat orang lain lebih miskin, salah dan benar, bermanfaat adalah apa yang menghasilkan nilai mata uang, dan lain sebagainya. Pendidikan menjadi cara untuk menghalalkan apapun yang berujung pada kerusakan. Pendidikan, kini bagaikan mimpi buruk bagi saya dengan segala perentelan bernama birokrasi, sistem, bla blah bla…buruk! mengerikan! Karena saya mengenal banyak orang yang dididik bukan hanya untuk ‘menjadi hewan’ tapi juga ‘menjadi setan’.

Saya menjadi paham alasan setan dulu tidak mau disuruh menyembah Adam. Mungkin karena setan tahu, suatu saat keturunan Adam ini akan berusaha mengkudeta posisi kaum mereka sebagai setan. Dan benar saja, setan kini tidak memiliki andil apa-apa. Setan tak lagi memiliki job desk. Bahkan manusia pun mengkomersilkan setan. Berbanggalah para sarjana pengangguran, karena jumlah kalian tak lebih banyak dari segenap kaum setan yang juga pengangguran.

Pendidikan membuat saya lupa bahwa seharusnya ilmu dan pengetahuan adalah sesuatu yang layak didapatkan seluruh makhluk hidup. Bahwa sebenarnya tidak ada manusia bodoh, yang ada hanya manusia yang tidak mau belajar dan manusia yang menyetankan diri. Dan bagi bangsa ini, pendidikan telah menghilangkan rasa, memberhalakan logika. Kita lupa cara menjadi manusia yang katanya punya jiwa, hati dan nurani, lupa pula bagaimana cara memperlakukan sesama manusia.

Kalau nonton film-film seperti Lord of the Ring, dan sejenisnya dimana manusia seperti disakiti oleh Goblin, makhluk-makhluk seram, setan, poci, kunti, drakula, dan sebagainya; saat ini kondisi dan situasi berbalik. Dari segala makhluk dari yang kasat mata sampai tak kasat mata, baru jarak 20 meter mencium bau manusia sudah kalang kabut mencari tempat persembunyian. Persetan, eh..permanusia dengan neo imperialisme, neo kapitalis, neo liberalisme, karena ini adalah era neo iblisisme! Ini adalah era dimana manusia mengkudeta setan, dan sebentar lagi para malaikat akan menjadi korban, lalu satu tujuan terakhir untuk dicapai…ketika manusia mengkudeta Tuhan.

yeah…semengerikan itulah deskripsi mengenai pendidikan dalam imajinasi saya. Ya, saya memang pengkhayal tingkat tinggi. Selanjutnya mungkin saya akan mejabarkan mimpi saya mengenai zombie yang menjadi presiden, setan yang menjadi ulama, pentagram yang menjadi neo pancasila, google yang menjadi anak Tuhan, McDonald yang menjadi arah kiblat, dan sebagainya.

Anyway, saya juga salah seorang yang membayar mahal pendidikan untuk mendapatkan gelar sarjana dan ijasah, kemudian numpang foto di kamera orang.

 

Salam seksi dan bergaya,

NAD

 

Sumber gambar: promisedpotentiality.deviantart.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s