Ruang Aksara

Tuhan – Dongeng Cinta Yellow Dan Blue

“Seharusnya, ku peringatkan sejak awal, jangan cinta padaku walau aku berkata, jatuhlah padaku.”

Biar ku ceritakan kamu tentang sebuah dongeng cinta…
Mereka adalah yang tidak direstui untuk bersama, oleh manusia tentunya, yang berkata beda itu adalah hina yang mengatas-namakan cinta.

Alkisah, Yellow si gadis yang tengah jatuh cinta, pada pemuda Blue yang berdarah biru dengan kulit Londo dari sang ibu. Yellow mengikrarkan diri untuk terus berlari, demi si ibu yang tak sudi menjadikan pria tak seagama sebagai imam yang menurutnya akan menjanjikan sang putri pada neraka.

“Tapi aku jatuh cinta ibu…”s
“Tidak ada cinta, kamu tengah dibisiki etan!”
“Kalau ini setan dalam diriku, biar ku kutuk diriku dalam rindu. Ini adalah neraka yang ku janjikan pada diriku sendiri.”

Maka berlarilah Yellow dari setan yang mengaku cinta. Terus dikejar hingga bertahun, sampai sang ayah jatuh pilu karena rindu. Berkirim suratlah ia pada si putri,

“Sampai kapan akan terus berlari?”
“Setan ini terus mengikuti! Dia tidak membiarkan aku sendiri.”
“Oh, putriku…berlaripun sampai sembunyi, takdir adalah Maha Tahu.”
“Tapi ibu bilang setan bisa menjelma serupa takdir.”

Lalu dimana Blue? Ia adalah pria yang mengutuk cintanya hanya jatuh pada dia yang berlari darinya. Maka ia mencari yang tengah berlari dan bersembunyi tanpa disadari, tiap langkah membawanya terus dekat. Sampai pada sebuah kesempatan ia mengenggam erat,

“Kita sudah cukup berlari!”

“Belum! Aku sudah berdoa pada Tuhan, butakan mataku, tulikan telingaku,bisukan bibirku! Tuhan tidak turuti mauku, bahkan untuk sekedar hilangkan rasaku padamu! Dan kamu terus berada dalam jarak pandangku!”

“Karna aku juga berdoa pada Tuhan untuk terus membuatku dekat padamu! Kamu lupa aku juga punya rasa!”

“Aku harus terus berlari, dan kamu harus pergi…berhenti berlari di sisiku.”

Blue tak pernah lagi berlari mengejar…ia berdiam, menunggunya pulang. bahkan ketika ia membuka peluang bagi sepenggal kisah baru, membawanya pada petualangan tua. Hatinya tak pernah berubah.

Tuhan jatuh iba pada hamba-Nya yang keras kepala, maka dikabulkan segala pinta, kecuali tentang rasa. “Itu milikmu…Aku memberinya agar kau mampu melihat lebih dari yang bisa dilihat mata. Pelarianmu berhenti di sini.”

Sejauh apapun kamu berlari, seenggan apapun manusia mempersatukan, rasa adalah jiwa yang menentukan takdirnya sendiri. Maka ketika cinta, yang jatuh berkali-kali dan berdiri lagi akan menemukan kemenangan.

Bagaimana akhirnya?

“Kamu kembali?”
“Aku adalah separuh kamu…Kita adalah yang diminta Tuhan untuk berbahagia.”

3Agustus12
Untuk opa dan oma, semoga berbahagia selalu seperti yang Tuhan ingin. Bersama beda, kita menjadi satu

 

Foto: Favim.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s