Racauan Nyai'

Dipaksa Oleh ‘Antek Cantik Sempurna’, Remaja Berontak Sementara Perempuan Dewasa Secara Sadar Menjadi Korban!

Isu kecantikan atau citra tubuh sempurna telah lama digembar-gemborkan, tapi 1-10 perempuan hanya dua yang memahami dan kemudian stand up dan bersuara serta aksi. Isu-isu di atas sempat beberapa kali saya tulis dan terakhir adalah: The Real Beauty, Perempuan Yang Tentukan Apa Itu Cantik, Bukan Media Dan Iklan.

Baru beberapa menit lalu saya kembali tergugah dan diingat kalau beberapa bulan lalu seorang remaja 14 tahun bernama Julia Bluhm memulai sebuah petisi. Petisi tersebut ditujukan kepada Seventeen magazine, majalah remaja -yang adalah media- harusnya dibuat untuk memberikan pemahaman ‘NYATA’ mengenai kecantikan dan kepercayaan diri, menghadapi isu global mengenai kecantikan dan citra tubuh itu sendiri serta mendidik remaja untuk bisa berpikir dan sadar tentang realita. Nyatanya, Julia dan banyak remaja di berbagai belahan dunia merasa muak dengan ‘PAKSAAN‘ halus dari para antek ‘CANTIK SEMPURNA‘ tersebut, so they all raising their voice.

Baru saya tahu, dan juga sudah saya muat artikelnya, Julia telah mendapatkan tanggapan positif dari Seventeen magazine. Majalah remaja tersebut akan lebih terbuka dan mendengarkan pembacanya. Well, tentunya ada banyak pertimbangan untung dan rugi, tapi bagi saya dan banyak remaja di Amerika pastinya mulai sedikit lega dan berani bersuara. And the next petition will goes to the-perfect-sister from Vogue, Teen Vogue.

Entah ada ‘antek’ besar mana lagi di belakang Julia atau memang Julia benar-benar memiliki kesadaran sendiri, bagi saya ini permulaan yang baik. Sama seperti di tahun 90-an seorang gadis cilik asal Kanada menampar petinggi PBB dan warga dunia dalam sebuah konferensi, menyuarakan kerusakan yang ditimbulkan orang dewasa yang disaat bersamaan selalu mengeluh kalau anak-anak membuat kerusakan. Well, children making damage in house only with pillow war and water gun, while adult making damage globaly by bloody war with real guns.

Bagi saya yang memalukan adalah, mereka remaja bahkan anak-anak, tapi mereka berhasil melihat kenyataan, sementara perempuan dewasa secara sadar diri menjadi korban kecantikan palsu. Bahkan di Indonesia, remaja dan perempuan dewasa sangat menikmati peran mereka sebagai komoditi plus konsumen. Entah apa yang membuat kita begitu bebal, menyangkal kalau kita sudah bersuara dan ini adalah keinginan kita.

Keinginan kita? Yes, keinginan kita adalah keinginan yang ditentukan industri, jadi sebenarnya tidak ada keinginan pasar, tidak ada keinginan kita. Kita hanyalah gambaran semu orang-orang berpendidikan mahal yang tahu adat, punya rasa dan pola pikir. Nyatanya, kita layaknya zombie, manusia bergerak karena disetir tapi tanpa keinginan untuk sesuatu yang baik untuk diri sendiri dan orang lain.

Sebegitu banyaknya produk dan iklan kecantikan, pun majalah remaja hingga dewasa. Semua menjalankan fungsi sebagai ‘antek industri’, menginformasikan seberapa pentingnya menjadi sempurna, seberapa pentingnya memiliki materi, seberapa pentingnya membayar mahal untuk gaya hidup dan memamerkannya. Dan pada akhirnya kita juga menjadi antek mereka dengan mempromosikan hal-hal tersebut, lebih buruk kita menekan mereka yang tidak sependapat dengan kita. Dan Hail! ‘LINGKARAN SETAN!’

Ya, akui saja, “KITA ADALAH ANTEK DARI CITRA KESEMPURNAAN!“.

Salam kece,
NAD

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s