Ruang Aksara / Ruang Pamer

Konsep Cover Dalam Kisah Perempuanku

Sebenernya aneh banget, karna tulisan saya belum jadi buku, udah ada covernya, haha! Kalau kata seorang temen, kayak skripsi aja, isinya belum kelar covernya jadi duluan! Damn! 😀 Tapi sekedar sharing aja sih…Banyak kenalan yang mulai mempertanyakan, dan banyak plagiat yang mulai mengcopy-paste tulisan saya, “kapan jadi novelnya Nad?”. Krik, krik, krik…


Straight to the point, bercerita tentang rencana cover dari (calon) novel Dalam Kisah Perempuanku. Awalnya (foto pertama), ini begitu aja terlintas di kepala, lama nggak buat sketsa jadilah kakunya aje gile. Ini saya masih bingung, apa yang mau saya sampaikan dari sketsa 3 perempuan tanpa indera di wajah dan rambut keriting gondring ini? Berkesan serem? Iya kali ya…sedikit terinspirasi dari buku pertama Serat Centhini sih…a little gloomy. Saya mau ilustrasi cover buku saya nantinya menggambarkan konsep ceritaa buku itu sendiri. Akhirnya berapa lama kemudian saya mulai paham sama yang saya gambar:

Dalam Kisah Perempuanku sendiri bercerita tentang perempuan. Bentuk kecintaan saya pada perempuan yang saya anggap penggambaran diri saya sebagai perempuan, tapi tetap saya tidak bisa melepaskan seutuhnya saya sebagai manusia. Saya lelah berbicara tentang betapa berbedanya perempuan dan pria, maka saya memperlakukan keduanya sebagai sahabat. Sahabat yang ketika mereka berbuat salah saya akan menyinyirkan diri, berpetuah segala macam, tapi pada akhirnya merekalah yang memilih jalan mana yang mau ditempuh. Melihat perempuan, melihat diri saya sendiri…

Perwakilan pada cover adalah bagaimana perempuan membungkam sesama perempuan, bagaimana perempuan bergantung kepada perempuan lain, bagaimana perempuan bersembunyi di balik perempuan lain, tapi di satu sisi menggoda apa yang ada di hadapannya, juga bagaimana ketika apa yang tumbuh di kepala perempuan menimbulkan konflik tersendiri. Bagaimana apa yang menjadi pemikiran mereka bisa membelit, yang pada akhirnya mencekik. Perempuan bisa bangkit dan melawan, bangkit dan mengikhlaskan, atau diam.

Yah, cukup begini saja. Semoga sedikitnya menyegarkan isi kepala anda sekalian. Oh iya, gambar yang saya tampilkan sudah saya edit dengan Photoshop ala kadarnya karena keterbatasan saya, –“, saya hanya mampu mengubah rotasi, mengubah brightnes dan mengutak-atik selective colour, hehe.

Salam kece,
NAD

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s