Racauan Nyai' / Ruang Rupa

Dear Fashion Designer, Berhenti Bilang Kalian Maju Ke Kancah Internasional Demi Indonesia!

Brand lokal, begitu saya menyebutnya tiap membuat artikel. Tapi dari yang saya amati, sedikit sekali dari mereka yang benar-benar lokal. Bukan saya bilang karya mereka tidak bagus, hanya saja, saya belum menemukan taste yang membuat saya merasa ini karya anak Indonesia. Saya lebih merasa, ini karya yang mengatas-namakan Indonesia.

Autumn, summer, spring, winter. Trend pastel, polkadot, hippie, bohemian, bla, bla, bla…tiap bulan trend bisa berubah, dan siapa yang menentukan? Negara-negara yang dianggap pusat fashion dunia: London, New York, Paris, Milan. Dan Indonesia sedang dibuai proses untuk mencapai ke arah sana. Apa yang dibuat kemudian? Ya sebentuk pakaian yang disukai mereka, yang kita akui kita suka karna menganggapnya sebagai budaya, budaya fashionable mengikuti 4 musim.

Dear fashion designer, berhenti bilang kalian maju ke kancah industri fashion internasional demi Indonesia, atau mengatas-namakan Indonesia! Bagian mana yang layak disebut Indonesia? Hanya karena kalian memakai batik sebagai material bukan berarti karya kalian sangat Indonesia. Bagaimana bisa disebut karya kalian orisinil Indonesia dan untuk Indonesia kalau bahkan kalian Indonesia hanya sekedar darah?

Dari segi kemasan. Sudah saya tuliskan sebelumnya, kenapa harus wajah bule yang menghiasi lookbook brand lokal? Mengikuti segala trend bla, bla, bla. Saya seperti tengah berbincang dengan orang yang mengelu-elukan sebagai orang Indonesia di saat bersamaan dia memakai keseluruhan produk luar sambil sesekali menjelekkan Indonesia. Seperti melihat yang mengaku cinta Tim sepakbola Indonesia tapi memaki dengan kata kasar bahkan kotor, ketika jatuh meninggalkan, ketika bangkit datang sebagai si sok maha peduli.

Apa yang bisa kita sebut berbeda dari karya mereka kalau kita nyatanya terlihat seragam. Bahkan ketika mereka memiliki sejarah dan budaya kuat di balik konsep dan proses penciptaan karya, kita mencipta karya agar terlihat seperti mereka. Terlihat mahal, modern, majalah.

Sebut saja kamu maju karna dirimu sendiri, jangan membawa embel-embel Indonesia. Menyedihkan melihatnya. Melihat kita berbahagia katanya batik atau desainer lokal maju ke pentas Internasional, bahagia ketika banyak orang memakainya tanpa tahu makna di baliknya yang penting sedang trend dan dipakai si selebriti atau sosialita. Saya bahkan turut berbahagia.

Salam bahagia, anggaplah saya sedang marah.

NAD

Iklan

One thought on “Dear Fashion Designer, Berhenti Bilang Kalian Maju Ke Kancah Internasional Demi Indonesia!

  1. Ping-balik: Haruskah Tenun Ditampilkan Dalam Tampilan Modern Agar Diakui Secara Internasional? | Precious of Me

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s