Racauan Nyai'

Sudah Tahu Saya Pelacur, Lalu Kamu Mau Apa?

Sekitar tiga hari ini saya bertanya-tanya sendiri, apa beda menilai dengan menghakimi? Di bahasa Inggris dua-duanya bisa disebut judging, sempit. Yang ada di pikiran saya saat saya menilai seseorang saya sedang mengamati orang tersebut. Dari cara berpakaian, cara berbicara, sampai cara dia bergerak. Tapi ketika saya menghakimi, saya sedang bermain sebagai Tuhan dan melabeli mana haram mana halal, mana benar mana salah.

Saya dulu menghakimi teman-teman saya yang hedon, konsumerisme, hobi senang-senang, hobi dandan, hobi pake rok mini. Saya menghakimi mereka sebagai orang bodoh yang bisa saya bodohi, dan setidaknya dalam pikiran saya sendiri membully mereka. Tapi sampai pada di satu titik, saya merasa sayalah yang paling bodoh. Sama ketika halnya saya bete Indonesia jadi negara Indomart sama Alfamart yang jejeran mesra, tapi saya masih sering belanja di kedua tempat tersebut. Atau saya marah-marah sama pemerintah tapi saya tidak pernah berbuat sesuatu untuk Indonesia, juga saat saya marah-marah sama sinetron tapi ogah terjun ke dalamnya. Saya sedang menghakimi apa yang saya lihat, karena saya ogah menghakimi diri saya, karena saya merasa terlalu benar dan memiliki hak untuk merasa benar tanpa menyadari kewajiban mengakui kesalahan.

Akhirnya saya memutuskan untuk belajar mengakimi diri saya sendiri dulu sebelum menghakimi orang lain, sementara saya belajar menganalisa tiap orang dan tiap hal yang terjadi di sekeliling saya. Lalu, seperti pertanyaan di atas, ‘kalau sudah tahu saya pelacur, lalu kamu mau apa?’, ‘kalau sudah tahu negaramu hancur, kamu mau apa?’, ‘kalau sudah tahu kamu tidak pernah berbuat apa-apa, kamu mau apa?’

Mungkin saya sedang dalam tahap mempertanggung-jawabkan pertanyaan yang saya pertanyakan pada diri saya sendiri. Saya mau berhenti menghakimi, saya mau berhenti mengeluh dan marah-marah sama hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginan saya, saya mau berhenti mempersalahkan orang lain. Saya mau berhenti mengatakan perempuan lain lebih pelacur dari pada saya, saya mau berhenti mengkotak-kotakkan orang dalam genre dan kelas, saya mau berhenti berteriak koruptor itu maling, saya mau berhenti menyalahkan pemerintah, saya mau berhenti menyalahkan Syahrini dan Justin Bieber pun Lady Gaga, saya mau berhenti menuding orang-orang dalam hidup saya.

Memaki ternyata tidak membuat mood saya lebih baik, menyalahkan orang lain tidak mengembalikan yang sudah terlanjur menjadi sebelum terlanjur, mengeluh tidak membuat hidup saya menjadi lebih baik.

Kalau kamu tahu saya pelacur, kalau saya tahu kamu pemadat, kalau saya tahu mereka koruptor, kalau kamu tahu kita sudah seperti sampah, LALU KITA MAU APA??!!

 

Salam kece,

NAD

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s