Racauan Nyai' / Ruang Rupa

Ketika Batik Mendunia, Masihkah Menjadi Budaya Indonesia?

Judul di atas adalah sebuah ketakutan saya ketika mungkin kalian gembira mendapati batik pada koleksi-koleksi designer ternama, seperti tahun depan, sedang dimatangkan bagi Versace dan Armani untuk memperkenalkan koleksi terbarunya dengan menggunakan material dasar Batik Sogan Solo. Mungkin saya bisa sedikit mengelus dada karena mereka tidak akan mengubah apapun, menggunakan sebagai material, dengan design ciri khas masing-masing.

Tapi kemudian, saya sedikit ketar-ketir, saat dikatakan (dalam artikel ini) kalau tiga pengrajin terpilih akan diboyong ke Itali tanpa pengawasan KBRI agar dapat lebih bebas membicarakan gono-gini. Di kepala saya terdapat banyak pertanyaan: Ketika batik mendunia, masihkah akan menjadi budaya milik Indonesia? Ketika batik mendunia, akankah menjadi salah satu korban budaya pop dan kapitalisme? Ketika batik menjadi budaya pop, masih adakah kearifan lokal yang tersisa?

Lebih mengerikannya, ketika kita mengajarkan tetek-bengek tentang batik pada orang luar, kita tahu sendiri ketertarikan generasi muda terhadap batik-membatik sangat tipis, sedangkan orang luar sangat tergila-gila dan cenderung ingin menguasai, maka siapa yang nantinya akan lebih ahli? Bayangkan saja, anak-cucu kita nantinya akan diajarkan membatik oleh seorang wanita berambut blonde yang faseh berbicara bahasa Indonesia, di sebuah tempat pendidikan di Eropa atau Barat!

Bukankah baiknya, mereka-mereka yang bukan orang Indonesia itu mempelajari batik ke negara kita? Mempelajari bahasa Indonesia, mempelajari kearifan lokal yang terkandung dalam batik, nilai-nilai dan fungsi. Ajarkan pada mereka, batik bukan sekedar jual-beli, batik bukan bahan kapitalisme.

tapi tunggu, saat banyak masyarakat Indonesia yang menjadikan batik sebagai produk kapitalas dan budaya pop, mengapa merekapun tidak ikut-ikutan?

Salam mengenaskan,

NAD

 

 

 

Iklan

4 thoughts on “Ketika Batik Mendunia, Masihkah Menjadi Budaya Indonesia?

  1. Ping-balik: Haruskah Tenun Ditampilkan Dalam Tampilan Modern Agar Diakui Secara Internasional? | Precious of Me

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s