Precious of Me / Racauan Nyai' / Ruang Aksara

Impian: Membuat Rumah Untuk Pulang

Tiap orang bebas untuk memiliki impian, setinggi dan sejauh apapun, dan bebas juga cara mereka mencapai impian. Then what’s my dream? A lot! Haha!

Waktu TK saat ditanya, “Ade udah besar mau jadi apa?”. Dengan pd saya jawab, ‘jadi tukang buat baju!’. Setelah saya SD akhirnya saya tahu, itu namanya fashion designer. And now i’m on my way…tapi jangan menyangka saya gigih sampai mengambil pendidikan khusus design, oke, i did it, tapi hanya D1, dan buruknya saya masih belum bisa menjahit ;|, memalukan! Haha! But i never forget how to sketch.

Seringnya jalan menuju impian saya terganggu dengan keinginan-keinginan lainnya. Seperti saat saya pindah ke Malang dan masuk perkuliahan, hobi menulis saya semakin terasah. Jadilah saya menulis di segala tempat, tapi sayangnya (lagi-lagi) keinginan saya menerbitkan novel ‘terganggu’ dengan banyak hal. Sepelenya, mood dan keinginan untuk berada di luar berkumpul sama teman-teman. ‘Gangguan-gangguan’ ini membuat saya 2 tahun lebih tidak lagi membuat sketsa, stupido! I knew..:(

Tapi kemudian saya kembalik ke jalur fashion, lebih seringnya jurnalis. Dulu saya menyukai fashion, tapi saya sedikit mengenal mereka, dan ketika saya kembali ingin mendalami, damn! saya tertinggal jauh! Tapi tetap saya ingin mengenal, saya belajar dari awal lagi dan tetap membuat sketsa untuk Precious. Karna seringnya melihat foto-foto fashion di majalah dan website, akhirnya saya jatuh cinta sama photography juga. Yang ini saya belum punya kesempatan untuk mendalami, jadi jauh dari ahli.

Kembalike impian. Suatu saat saya akan membuar ‘rumah’ nyata untuk Precious, dan satu label lagi yang sedang saya konsepkan (kemaruk!). Lalu keduanya akan mengapit sebuah kafe Crepúsculo de Café. Bahasa Portugis yang artinya Kafe Senja. Saya sangat sangat menyukai senja! Dan Crepúsculo de Café sedang saya jadikan sebuah tulisan.

Crepúsculo de Café nantinya akan memiliki sebuah jendela yang sangat besar, yang nantinya akan ‘menangkap’ senja! Hemm…menikmati menjelang senja dengan musik yang mengalun dari piringan hitam, ditemani secangkir teh atau vanilla latte. Untuk camilan puding coklat dengan fla kental, yum, yum!!!

Crepúsculo de Café. Tempat yang hangat seperti rumah, kalaupun kalian tidak memiliki rumah untuk pulang, Crepúsculo de Café akan menjadi tempat kalian untuk pulang.

“Setiap orang memiliki rumah, tapi tidak semua orang memiliki tempat untuk pulang.”

Yah, ini sekedar hasil pemikiran saya bersadarkan pengalaman sendiri dan dari sekitar saya. Tidak semua orang memiliki tempat untuk pulang…tidak semua mempunyai keluarga yang akan menyambut dengan hangat ketika kalian lelah. Tidak semua orang memiliki keluarga…dan di Crepúsculo de Café saya akan membangun rumah…rumah untuk hati kalian yang dingin. 🙂

Salam impian,

NAD

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s