Ruang Rupa

My Inspiration, Fashion Blogger Cindy Biantoro

Malang sedang sangat windy dan sering mati lampu, tugas artikel saya juga makin banyak (skripsi? What?! Apa itu?!!), belum lagi editing untuk Precious By Wina dan mempersiapkan design untuk koleksi perdana, jadilah saya mengutamakan pekerjaan dulu baru blogging.

U know? Beberapa hari terakhir ini beredar kabar akan ada puncak badai matahari. Euh…saya jadi kepikiran macam di 2012 atau The Day After Tommorrow. Jadilah anginnya di sini gede banget, dan sangat merugikan bagi saya yang kurus kerontang, u know lah bagaimana takutnya saya kalau tersapu badai, sedangkan saya tidak memakai bulu mata anti badai seperti Syahrini.

Lanjut ke inti. Hari ini saya mau membahas tentang Cindy Biantoro dari DIAMONDHURTS. She’s my inspiration! Pertama saya ‘stalking’ Cindy untuk artikel, jadilah saya kirim e-mail ke dia, dan ternyata respond-nya baik. Kamipun interview via e-mail karna waktu itu saya masih di rantai dengan kuliah di Malang yang masih semester muda.

Dari interview itu saya tahu Cindy Biantoro nggak cuma sekedar fashion blogger, karna sekarang dia juga designer dari brand ONLYi yang nggak kalah super nyentrik dan uniknya dari dia, stylist, photographer dan juga vokalis band! Aduh, kalo ada 10 orang kayak Cindy, sisanya pasti dendam kesumat. (–“)

Ini hasil interview pertama saya sama Cindy Biantoro

Untuk karakter design brand lokal pun Cindy bagi saya adalah pencerahan. She could be the next sepeninggalan Adesagi Kierana. Karna ketika saya kebosanan dengan dunia yang sedang berpastel ria, dan orang-orang yang memaksa orang lain untuk menjadi normal dan biasa, Cindy dengan ONLY i menjadi sesuatu yang tak terduga!

Ini adalah interpretasi fashionable yang ada di kepala saya. Personal yang unik dan cerdas, trend maker not follower, dengan seni, art, sebuah dunia, sebuah imaji tanpa batas. Tidak ada kata jelek, rusak, salah atau benar di sana. Itulah yang saya lihat pada Cindy. Begitu juga ONLYi. Ketika brand lokal ramai-ramai terlihat serupa dengan following trend pastel colour, deconstruction cut, minimalist touched…ONLYi seperti manabrak pakem, menabrak keseragaman dengan memix hippie-bohemian dengan urban vibe, permainan warna, pattern dan juga motif yang berani. Belum lagi didukung lookbook yang artistik dan kematangan konsep.

ONLYi Talking Fiction

ONLYi Flower Is Oi

Yang super lagi, Cindy masih membawa unsur tradisional yang soo Indonesia dalam tiap sentuhannya. Seperti dalam karyanya di Srikandi 2030, di mana Cindy menjadi stylist dalam penampilan indah Dewi Pertiwi dalam ulang tahun SCTV. Tapi…karna IDP tidak terlalu memukai penampilannya, jadilah tata artistik fashion-nya lebih menonjol. Coba saja kalau karya Cindy dipadukan dengan penyanyi sekelas Agnes Monica! Superb!

Lihat artikel Srikandi 2030 di sini

Dari Cindy pun saya mendapatkan message berharga. Yes, balik lagi dalam pengukuhan motto saya, the world is too extra-ordinary to live it ordinary! Tiap orang diciptakan berbeda, dan tidak ada yang berhak menjadikan tiap personal sama. So, live it! Be hapyy with who you are. Menjadi orang aneh nggak selamanya buruk, ketimbang menjadi normal tai harus merendahkan orang lain.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Salam kece,

NAD

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s