Ruang Aksara

Perempuan Gila, Perempuan Liar – Jalang!

Sajak Perempuan Gila, Perempuan Liar ini pernah saya bacakan saat story telling dadakan di Legi Pait. Dan…pertama kalinya saya mau membcakan tulisan saya..(–“). Sajak ini pertama saya post di Tumblr, 2 Desember tahun lalu (Lihat di sini). Selamat menikmati….

“Anggap saja ini tembang, yang ku nyanyikan berulang-ulang. Dengan suara sedikit mendesah hampir basah, dalam gelap gulita. Agar kamu tak tahu. Ini aku, yang menyembunyikan diriku. Perempuan gila, perempuan liar!”

Aku diciptakan Tuhan, percayakah kalian?
Aku diciptakan Tuhan sebagai perempuan,
tapi kalian memanggiku dengan sebutan jalang, setan, lacur, racun, kaum yang dinomor duakan…

Aku diciptakan oleh Tuhan sebagai perempuan, Tuhan memanggilku Hawa, percayakah kalian?
Aku terlahir ke dunia melalui hasil pembuahan setubuh dari lelaki dan perempuan, di antara birahi, sentuhan, dan apapun rasa yang disebut kenikmatan.
Aku perempuan terlahir dengan buah dada, pinggang dan panggul, bokong ranum, paha dan yang ada di antara selangkangan.

Aku lahir, dan nama tengahku perempuan…
Aku menjadi jalang, bukan di antara kumpulan yang terbuang, tapi di antara kalian kaum penguasa.

Aku,…
nama tengahku perempuan, nama belakangku jalang.
kaum kedua, pinggiran, tersisihkan di antara kaum penguasa…di belakang.

Aku kaum kedua dengan nama tengah perempuan, biasanya kalian panggil aku jalang,
aku menjajakan apa yang ada di antara selangkangan, di pinggir jalan…
aku kaum kedua, pinggiran tanpa helai hanya kulit dan daging, berbaur dengan gairah dan desah tumpang tindih.

Aku yang bernama tengah perempuan,
di jajakan di persimpangan jalan,
aku memiliki takdir yang kalian jatuhkan kepadaku, sebagai lacur ataupun jalang, karena sebentuk Syurga yang berada di tengah selangkangan.

Nama tengahku perempuan, kalian bilang mulai ujung rambut hingga ujung kaki, aku menyimpan dosa dunia, maka sengaja ku jajakan di pinggir jalan dekat persimpangan.
Ku mainkan sedikit saja rambutku, helai rambut mengibas, dari tiapnya mendapati kalian yang sedikitnya melirik.
Aku pun melirik…hihi…liar dengan gairah terpancar!  lalu kalian mulai menyelam, kemudian tenggelam…bola mataku hitam dan kelam.
Bibirku, ku lukis dengan gincu merah, berhias lidah racun. Aku berbisik di telinga kalian, mendesah di atas tengkuk.
Buah dada…matang! Hihi…dua buah yang bisa kau perah! Menghasilkan gairah malam…
Pinggang hingga panggul. Ku singkap, ku permanis dengan keringat.
Bokong hingga paha, bisa kalian mainkan jemari, ibarat jalan dengan aspalan keramik mahal. Tentu saja ku rawat dengan harga mahal!
Dan…di antara selangkangan. Hihihi…ku simpan sebuah kenikmatan…racun yang ku kain dari jalanan. Aaaaaaaaaah…menyuarakan desah, basah,…

Nama tengahku perempuan, kalian memanggilku murahan, HEY! Simpan panggilan kalian, karna hargaku MA-HAL!!! Hahaha…
Aku mahal, karna para istri, tak lagi membuat kalian bergairah di atas kasur!
Istri…perempuan!

Nama tengahku perempuan,…
aku berjualan di pinggir jalan, dengan harga mahal,
apa yang ku jual?
Kenikmatan, kehormatan yang tak lagi terhormat, harga diri yang tak lagi memiliki jati diri…

Aku perempuan,…
Perempuan gila, perempuan liar!
Aku makan dari penderitaan sesama perempuan,
aku dijejal serapah oleh perempuan,
Mereka bilang aku jalang, tapi hargaku mahal…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s